Implementasi Pendekatan Neurosains Melalui Kegiatan Bermain Puzzle di PAUD
DOI:
https://doi.org/10.52434/jurnalkhazanahakademia.v10i01.732Keywords:
neuroscience, puzzles, early childhood, cognitive developmentAbstract
Pendidikan anak usia dini adalah tahap krusial dalam mengembangkan potensi otak mereka ,terutama masa golden age berlangsung. Salah satu pendekatan yang paling relevan adalah neurosains, yang dimana menekankan pada pembelajaran yang sesuai dengan cara kerja otak. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pendekatan neurosains melalui kegiatan bermain puzzle dalam membantu pertumbuhan kognitif dan kemampuan anak kecil dalam mengatasi masalah. Metode yang diterapkan adalah penelitian literatur dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa stimulasi melalui aktivitas bermain, khususnya puzzle. Dengan itu mampu merangsang perkembangan jaringan saraf otak, meningkatkan konsentrasi, melatih koordinasi mata dan tangan, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis dan problem solving. Selain itu, permainan puzzle juga berkontribusi terhadap perkembangan sosial, emosional, dan motorik halus anak. Penerapan permainan puzzle dalam pembelajaran berbasis neurosains efektif dalam mengoptimalkan perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak usia dini, sehingga dapat dijadikan strategi pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.
References
Apriyanti, H. (2019). PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. Education Journal, 3, 13–18.
Ariani, N. W. T., Widarnandana, D., Adi, K. W., & Armaeni. (2022). Penerapan pembelajaran berbasis otak dengan permainan puzzle pada anak usia dini. 7(1), 12–20.
Ariyani, D. (2016). Studi Literatur Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Depresi Pada Orang Dengan HIV/AIDS, Delfi Ariyani 2020 39. 39–41.
Asridoni, N. S., Karimah, N. A., Husna, M., & Aulia, P. (2025). Pengaruh Permainan Puzzle terhadap Kemampuan Problem Solving Anak Usia 4-6 Tahun.
Hasanah, U., & Purnama, S. (2024). Peran Bermain dalam Optimalisasi Pembelajaran Anak Usia Dini : Studi Kasus di TK KB Darul Guroba , Desa Wakan , Kecamatan. 11, 171–182.
Jannah, M. (2023). PERKEMBANGAN OTAK PADA MASA ANAK USIA DINI: KAJIAN DASAR NEUROLOGI DAN ISLAM. 171–180.
Kale, S., Seran, A. S., Ratna, A. E., Fanleti, A. S., Faot, A. K., Kause, A. S., Moruk, A., & Yanti, A. A. (2024). Kegiatan Bermain Puzzle Untuk Menstimulasi Perkembangan Otak Anak Usia Dini Di TK Pniel Manulai II. 3(2), 70–77.
Melisa, N. elgia. (n.d.). HAKIKAT NEUROSAINS DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI. 23022143.
Nurul, U., Paiton, J., Susanti, S. E., Studi, P., Agama, P., Islam, F. A., & Hasan, U. Z. (2021).
Pembelajaran anak usia dini dalam kajian neurosains. 2(April), 53–60.
Trenggonowati, K. (2018). ANALISIS FAKTOR OPTIMALISASI GOLDEN AGE ANAK USIA.
4(1), 48–56.
Tunggul Sri Agus Setyaningsih, H. W. (2018). STIMULASI PERMAINAN PUZZLE BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH. 1(2).
Widianto, E. (2015). Peran Orangtua Dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Dalam Keluarga. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 2(1), 31–39.
Yahyu, O., Yusuf, H., Devi, W. O., Silfana, I., Sunarni, S., Lisnawati, L., Ode, W., Marwah, Z., Ulfianawati, W. O., & Pasa, A. (2024). Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini. 5(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 NASYWAA ADZANI, Astri Tsamrotul Amanah, Budi Iskandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










1.png)




.png)